Meringankan Tubuh

Salah satu cita-cita mulia yang ingin saya capai adalah menjadi pribadi yang konsisten mengatur pola makan. Sejak melahirkan, berat badan melaju tanpa henti, konon katanya faktor penggunaan KB hormonal menjadi salah satu penyebab berat badan terus melejit.

Permasalahan utama saya, yang sudah disadari sejak remaja adalah kecintaan terhadap aktivitas makan. Saya tidak punya kefanatikan terhadap jenis makanan tertentu, yang saya suka adalah aktivitas makan itu sendiri. Sing penting makan! gak boleh telat karena saya bisa gemetaran dan otak saya akan terus berteriak, makan, makan, makan!

Intinya saya tidak santai soal makan. Dalam kondisi tidak lapar pun otak saya terus berputar memikirkan tentang makan. Parah!

Pengalaman diet saya pada umumnya tidak berhasil dengan metode apapun, karena saya tidak disiplin. Namun ada satu metode yang cukup berkesan karena berhasil menurunkan berat badan saya sebanyak 10 kg pada akhir tahun 2017 yaitu pengaturan pola makan ketogenik.

Setelah berhasil turun, saya kembali ke pola makan yang lama, sekejap berat badan pun naik lagi 6 kg. Maka pada hari ini saya kembali ke pengaturan pola makan yang cenderung pada komposisi low carb, kenapa tidak ikut pola makan ketogenik? karena menuntut komitmen yang lebih tinggi lagi. Saya belum bisa disiplin untuk memenuhi persentase asupan lemak 70%, protein 20% dan karbohidrat 10% . Jadi untuk sekarang yang penting low carb dulu saja.

Karena saya lemah terhadap makanan, maka saya mempersempit jendela makan dibatasi 4 jam saja. Sisanya hanya boleh air putih, teh hijau tanpa gula (jarang dilakukan), cuka apel (jarang dilakukan). Jika sudah sangat lapar saya minum kopi santan tanpa gula, biasanya ampuh untuk menunda jam makan.

Catatan MD 1

BB 63.5 kg

Pagi sampai dengan siang hanya minum air putih, jam 15.00 kopi santan tanpa gula, vco 1 sdt. Kondisi kuat dan segar.

Jam 19.00 ceker 3 dan kaldu semangkok, ikan kembung sepotong, terong goreng 1 buah. pukul 19.30 diare (ini biasa efek kopi santan). Pukul 21.00 alpukat 1.5 buah.

Tidur pukul 24.00 karena anak ngajak begadang, padahal faktor kurang tidur ini bisa menggagalkan diet. Tetapi karena kondisi saya memang punya balita, mau tidak mau sering dalam kondisi kurang tidur.

Semoga usaha untuk sehat dan lebih meringankan tubuh ini bisa berlanjut terus menerus, aamiin!