Nangka Beku

Nangka, Makanan, Buah, Alam, Segar
from pixabay

Melanjutkan mencatat pengalaman membekukan bahan makanan nabati. Membekukan nangka yang sudah matang dan wangi ini baru saya lakukan kemarin. Sebelumnya tidak pernah membekukan nangka matang, karena tidak tahu bahwa nangka matang termasuk aman jika dibekukan.

Tersebab karena Pak Sis membawa tiga gelundung nangka ke kantor. Saya sempat ragu membelinya karena yang biasa menyantap nangka sedang tidak ada di rumah. Nanti siapa yang akan menghabiskan satu gelundung begitu? ๐Ÿ˜‹

Namun kasihan juga melihat Pak Sis yang sudah berat bawa tiga gelundung nangka. Akhirnya saya tetap beli satu, Bu Yuyun juga bawa satu. Sisa satu lagi tidak ada yang beli, Pak Sis bawa kembali pulang. Katanya nanti bisa dijual dalam bentuk potongan.

Saya lalu googling cara penyimpanan nangka. Pengalaman saya jika nangka kupas disimpan di kulkas lebih dari satu hari, hasilnya benyek alias lembek. Tidak layak konsumsi. Padahal nangka yang enak itu jika kondisinya masih renyah. Saya pernah membuang sepiring nangka yang sudah lembek. Mubazir, kasihan makanan terbuang.

Hasil googling mengatakan nangka bisa dibekukan, sama seperti buah durian. Alhamdulillah ternyata ada solusinya. Buah nangka dikupas, buang bijinya lalu dibungkus rapat dengan plastik atau wadah kedap udara. Sebaiknya diwadahi tidak sekaligus, secukupnya untuk santap saja, agar wadah nangka tidak bolak balik dibuka tutup. Sehingga kualitas nangka bisa terjaga.

Saya sudah mencoba membekukan, lalu dikeluarkan sebungkus kecil dari freezer. Cuci dengan air dingin matang. Setelah efek bekunya hilang bisa langsung disantap. Dingin, renyah dan tetap manis.

Buah lain yang pernah saya coba adalah durian dan alpukat. Khusus untuk alpukat harus diperhatikan jenisnya, jika yang mengandung banyak air hasil akhirnya kurang bagus. Jenis alpukat mentega menurut saya aman untuk dibekukan. Kualitas rasanya tidak berubah setelah dibekukan.

๐Ÿงก