Panduan Makan Rasulullah

Palma, Date Palm, Dates, Tropical Fruit, Tenerife

Sumber: salin rekat dari FB Ketofastosis

Lifestyle Rasulullah itu makan hanya 1 hari sekali, apakah kita sudah Istiqomah seperti itu?

Ada hadits yg menyebutkan bahwa ibunda kita ‘Aisyah Radhiyallahu’anha ditegur karena makan 2 kali sehari.

Alhamdulillah ada hadits yg membahas masalah makanan.
1. “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk yaitu perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas” [HR. Tirmidzi] -sepakat dulu nih, Rasulullah makannya dikit-
2. Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah menyampaikan kepada istrinya yakni Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwa makan sehari 2 kali, termasuk perkara berlebih-lebihan. Hadits tersebut diriwayatkan Imam Al Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (no. 5253) dari jalan Abdullah bin Luhai`ah dari Abil Aswaad dari Urwah dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata :

Nabi sholallahu alaihi wa salam memperhatikanku, yakni bahwa aku makan dalam sehari 2 kali, maka Beliau berkata : “wahai Aisyah, apakah engkau tidak nyaman, jika tidak ada kesibukanmu, kecuali memenuhi perutmu?, (sesungguhnya) makan 2 kali dalam sehari, termasuk pemborosan, dan Allah tidak suka dengan orang-orang yang boros. -note: Memang ada perbincangan di hadits ini karena ada yg bilang shahih dan ada yg bilang dhoif, karena periwayatnya kondisinya tidak bisa dipastikan. Meskipun begitu, hadits ini beneran disebutkan di kitab ulama, sangat bermanfaat memberi kita gambaran jumlah berapa kali Rasulullah makan dalam sehari-

3. -Riwayat lain tentang jumlah makan Rasulullah- Keluarga Nabi sholallahu alaihi wa salam tidaklah makan dua kali dalam sehari, melainkan yang satunya adalah makan dengan kurma (HR. Bukhori no. 6455).

4. -dan, dg apa sih makannya Rasulullah?-
Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti “sya’ir” sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
(Roti “Sya’ir” ini diterjemahkan gandum, tapi ini gandum yg mutunya paling rendah, bahkan kadang digunakan untuk makanan ternak, walaupun bisa dihaluskan untuk makanan manusia). Artinya jangan dikira roti lembut kayak kita yg gak lama dimakan langsung jadi glukosa.. Beliau makan gandum kasar, yg seratnya banyak..

5. Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat, meriwayatkan: ”Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.) fix Rasulullah gak pernah makan roti gandum halus. Bukan roti halus lho, tapi roti ‘gandum’ halus.

6. Itu tadi makannya Rasulullah. Sekarang bagaimana kondisi TIDAK MAKAN nya Rasulullah?
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: sering kali kita duduk sampai empat puluh hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya: Jadi apa makanan kamu untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja, itu pun jika dapat. (Kanzul Ummal 4:38)
Di dalam At-Targhib Wat-Tarhib 5:148, Tarmidzi memberitakan dari Masruq, kata beliau: Aku pernah datang menziarahi Aisyah Radhiyallahu ‘anha. lalu beliau minta dibawakan untukku makanan, kemudian dia mengeluh: “Aku mengenangkan masa lamaku dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya!” Kemudian Masruq bertanya: Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin?! Aisyah Radhiyallahu’anha menjawab: Aku teringat keadaan di mana Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam telah meninggalkan dunia ini! Demi Allah, tidak pernah beliau kenyang dari roti, atau daging dua kali sehari.
Ini kalau ditambah riwayat2 dari para sahabat Rasul, makin banyak contoh di mana makan itu hal yg kesekian yg mereka pikirkan..

OKE, sekarang, dg pola makan kayak gitu, kira2 apa Rasulullah jalur metabolismenya pakai glukosa terus?
Gak pernah kenyang kecuali sedikit. Selama 40 hari gak ada asap cuma minum air dan makan kurma (itu juga kalau ada). Makannya pun, gandum kasar. Berapa suap? Itu tadi haditsnya bilang “cukuplah beberapa suap saja”..
Jadii, anjuran makan itu seberapa?
Apakah cukup dg model makan begitu tubuh beliau Shalallahu’alaihi wasalam dan para sahabatnya pake energi glukosa terus2an? Padahal kesibukan beliau dan para sahabatnya buanyaaak banget.. Padang pasir pula..?
Ya enggak mungkin lah energinya dari glukosa terus., pasti dg cara hidup begitu, ada kalanya masuk ke ketosis. Bahkan mungkin sering..

Adapun standardnya, justru contohnya beliau shalallahu’alaihi wasalam, adalah jangan makan banyak. Bahkan belum kita bedah lagi nih ada anjuran puasa 3 hari tiap bulan.
Nah loh, puasa tuh. Pas waktunya makan, makannya dikit. Jarang pula. dg menu makan yg dikit, full serat (gandum kasar).
Ini adalah pola makan yg membuat tubuh akan masuk ke kondisi ketosis.

Tapi sayangnya kita gak tau itu, atau gak mau, atau gak peduli.,

Jadi pendeknya, panduan makannya Rasulullah seperti yg ditemukan di hadits2 tersebut,
Seharusnya itu yg kita ikuti, jangan fokus ke KURMA nya aja.

Tapi sayangnya kitalah yg gak mau ngikut panduan itu.. kita makan sesuka hati, sebanyak yg kita mau, merasa itu masih wajar padahal kalau mau berkaca ke kehidupan umat terbaik, gaya makan kita itu sudah berlebihan. Karena efek dari itu adalah “memaksa” tubuh untuk pake glukosa terus2an.
Mencegahnya masuk secara alami ke kondisi ketosis.

Panduan makan Rasulullah tidak fokus ke KURMA saja, silakan baca ulang dimana selama 40 hari di rumah Rasulullah tidak pernah ada asap. Makannya hanya air dan kurma. Itu pun (catat baik2), JIKA ADA.
Frase JIKA ADA ini, artinya kan gak setiap saat ada.
Kalaupun pas kebetulan ada, apakah kira2 beliau makan kurma satu mangkok?
Atau satu genggam?
Atau satu biji?

Marilah proporsional dan hati-hati kalau menjadikan Rasulullah sebagai alasan kita Melakukan Sesuatu atau Tidak Melakukan Sesuatu. Marilah belajar kehidupan Rasulullah, secara utuh. 🧡