Hikayat Sembelit

Anak saya, si buyung Saga terkadang mengalami gangguan pencernaan. Tidak cocok susu sapi mengakibatkan diare segera setelah minum susu. Diganti susu kedelai malah sembelit. Sekarang Saga mengonsumsi susu kambing, encer saja sekedar pengantar tidur agar tidak cranky anaknya.

Menu harian rutin nasi, telur dan ikan. Asupan sayur dan buah tidak banyak, sesuai mood. Jika ada sayur sop yang disukai Saga adalah kuahnya, diminum satu mangkok sampai habis. Sedangkan sayurnya dibiarkan tergeletak menjadi jatah saya.

Saga tidak rutin buang air besar setiap hari, biasanya dua hari sekali. Supaya tidak sembelit dan kesulitan saat buang air besar ada tiga hal yang sangat membantu Saga agar bisa BAB lancar.

  1. Minum air putih yang cukup. Sesuai dengan angka kecukupan gizi yang ditentukan Kementerian Kesehatan RI, anak usia 1-3 tahun membutuhkan cairan sebanyak 1200 ml (4-5 gelas) per hari. Saga biasanya minimal minum 1,2 L kadang lebih, sudah termasuk asupan susu dan air putihnya.
  2. Alpukat. Sejauh ini  alpukat adalah  buah favorit yang membantu pencernaan Saga, karena konsumsi buah lain tidak terlalu signifikan dapat membantu agar Saga terhindar dari sembelit. Dulu semasa MP-ASI pure buah pir yang dikukus, cukup membantu agar BAB lancar.
  3. Virgin Coconut Oil alias VCO. Minyak kelapa murni yang diesktraksi tanpa proses pemanasan. VCO mujarab bagi pencernaan Saga, namun karena rasa minyak yang mungkin tidak berkenan di mulut, sehingga sulit memberikannya saat anak masih bangun. Trik yang dilakukan adalah memberikannya sekitar  1 sdm ketika tidur, menggunakan dot dan bisa dicampur sedikit susu.

buyung Saga

Penimbangan di Posyandu Balita bulan Agustus 2019, Usia 33 bulan, TB 101 cm BB 16 kg. Setelan Koko pemberian Umi Oyen