Rendang Ala Kadarnya

Iduladha sudah berlalu, daging jatah kurban dari Pak RT masih belum diolah karena bingung mau dimasak apa. Yang jelas teringin makan rendang, rendang jawa atau rendang minang? nanti menyesuaikan kondisi persediaan bumbu.

Persediaan bumbu dan kelapa parut hanya ada sekedarnya saja. Kelapa satu butir, sepertinya tidak punya power untuk menghasilkan rendang yang lezat. Tapi tak mengapa, kita sebut saja rendang ala kadarnya. Ada santan instan dan bumbu instan yang bisa ditambahkan.

Bahan:

  • 1 kg daging potong agak tipis agar mudah empuk
  • daun kunyit, daun jeruk, daun salam, serai
  • garam dan penyedap sedikit saja
  • Santan dari 1 kelapa tua
  • 1 kotak kara 250 ml
  • bumbu soto mahmudah 3 bungkus, bumbu kare mahmudah 1 bungkus. (daging dimarinasi dengan bumbu ini sekitar dua jam). Bisa diskip bahan dan langkah ini.

Bumbu dihaluskan:

  • 5 sdm sambal bawang sisa (boleh diganti cabe merah giling 100 gram). Kebetulan di freezer ada sambal bawang yang sudah seminggu tidak dicolek.
  • 15 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 2 ruas jari jahe, lengkuas

Cara membuat:

Tanpa ditumis, langsung masukkan daging yang sudah dimarinasi, bumbu, santan dan dedaunan. Aduk terus sampai santan mengeluarkan minyak.

Jika daging sudah empuk, terus masak sampai kering. Jika belum empuk tambahkan air sedikit. Dan sesekali diaduk sampai airnya berkurang. Sesuaikan garam dengan selera.

Tingkat kekeringan rendang juga sesuaikan selera, karena saya menginginkan rendang yang agak kering, maka proses pengadukan diteruskan dengan api kecil sampai minyak meletup-letup lalu terbentuk semacam dedak.

Note:

  1. Dedak rendang yang terbentuk tidak paripurna karena penggunaan kelapa yang hanya satu butir. Ditambah lagi penggunaan santan instan, tentu saja minyak yang dihasilkan akan minim sekali.
  2. Rendang jawa tahun lalu, bumbunya ditumis. Kali ini tidak, saya menggunakan cara memasak rendang minang asli meskipun dengan bumbu dan kelapa yang minim. Hasilnya bisa mendekati keharuman rendang minang, dengan syarat harus sabar memasak menggunakan api kecil. Total waktu sekitar 3 jam sampai kering.
  3. Pengalaman di kampung menggunakan santan kental tua dengan jumlah yang sesuai standar (minimal 3 butir untuk 1 kg daging), maka proses memasaknya lebih lama lagi karena akan menghasilkan dedak yang banyak. Dedak yang banyak enak dicampur singkong goreng atau kentang bulat kecil.
  4. Kenapa saya menggunakan bumbu soto mahmudah? karena memang lagi ada di dapur. Bumbu mahmudah ini jenis bumbu basah bikinan lokal, homemade. Di pasar bermacam-macam merknya, harga murah berkisar 1.500 -2.000 rupiah saja.
  5. Bumbu soto bisa dibikin rendang atau gulai, biasalah emak-emak mengandalkan apa saja yang ada di dapur. Dan hasilnya tidak mengecewakan.
  6. Kali ini rendang tidak pakai kecap atau gula. Karena lagi kepingin minang asli meskipun alakadarnya.
  7. Gunakan panci besi tebal, supaya rendang tidak mudah gosong bagian bawahnya. Juga membantu daging segera empuk tanpa perlu penambahan air.
Rendang Ala Kadarnya, minim dedak karena irit kelapa dan bumbu. 🧡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s