SHIRATAKI

shi.ra.ta.ki [n] terbuat dari iles-iles yang tumbuh di hutan. Iles-iles adalah umbi, sayuran yang biasanya ditemui di tengah hutan. Konon, saat masa penjajahan Jepang, umbi ini biasanya dikonsumsi sebagai pengganti nasi.

Setelah beberapa kali mencoba mengganti nasi dengan shirataki (kering ataupun basah), bahkan sudah uji coba membuat lontong dari shirataki dan tepung agar. Ternyata lidah saya belum bisa menerimanya. Semula awal mencicipi masih tidak masalah, namun hari-hari berikutnya membuat kening berkerut tidak mampu menelan menu pengganti nasi tersebut.

Mungkin harus meniru resep dari para ahli memasak, shirataki diolah dengan beraneka bumbu agar rasanya bisa diterima di lidah saya. Tentu saja akan perlu waktu untuk mengolahnya, hal tersebut masih saya hindari karena keluangan waktu untuk memasak masih terbatas. Sebagian besar waktu di dapur tercurah untuk memasak menu bagi anak saya yang masih balita, menu untuk ibu dan suami.

Syarat menu low carb untuk saya makan sehari-hari, haruslah praktis. Selama ini saya hanya ikut memakan menu keluarga, tanpa menyertakan nasi. Jika tidak ada menu yang sesuai, tinggal santap telur rebus, telur orak arik atau dadar. Dalam hal percobaan dengan shirataki, saya lebih nyaman menggunakan telur orak arik sebagai pengganti nasi. Lebih murah dan bergizi.

Pengganti kerupuk, saya menyiapkan cemilan keripik usus dan petek krispi. Kadang ada kerupuk kulit sapi/kerbau, selain itu sekarang juga banyak alternatif kerupuk kulit ikan dan kulit cumi. Saya sudah mencicipi beberapa, rasanya cukup enak dengan harga terjangkau.

Sebagai penganut pola makan low carb, saya belum pernah membuat atau mencicipi cake dan roti low carb. Menu saya masih ndeso semua, karena belum adanya waktu untuk mengolah serta harga bahan yang masih belum terjangkau kantong saya.

Untuk menahan segala keinginan ini itu, saya utamakan memperpanjang jendela puasa. Biasanya saat refil sudah kenyang dengan makan seadanya saja. Yang penting di rumah ada kopi dan vco, itu sudah lebih dari cukup. Semoga bisa ikhtiar terus meraih tubuh sehat dan ringan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s